Student Life InformationMenu Button

Menu
  • Daily Life Information
  • Part-time job
  • Culture�History
  • Geography�Weather
登校風景

Culture And History

Japan Events

SHOGATSU (Tahun Baru)

Pada mulanya perayaan tahun baru di Jepang merupakan ritual untuk menyambut datangnya tahun baru dan penghormatan kepada tuhan 〔toshigamisama〕 yang berperan untuk memberikan berkah dan kelimpahan sepanjang tahun. Namun pada saat ini perayaan tahun baru di Jepang berlangsung dari tanggal 1 Januari hingga tanggal 3 Januari. istilah "shogatsu" juga digunakan untuk periode 〔matsu no uchi〕 atau masa hiasan daun pinus (matsu) yang umumnya akan dipajang. Di daerah Kanto, Matsu no uchi berlangsung dari tanggal 1 Januari hingga 7 Januari, sedangkan di daerah lain belangsung hingga 〔koshogatsu (tahun baru kecil )〕tanggal 15 Januari. Perayaan tahun baru bagi warga Jepang merupakan moment yang sangat spesial dan penting, karena di tahun baru kita memiliki harapan baru serta membuat resolusi tahun baru demi kehidupan yang lebih baik dari sebelumnya.

正月

Festival Obon (Lentera)

Obon adalah serangkain upacara ritual untuk merayakan kedatangan arwah leluhur yang dilakukan seputar tanggal 15 Juli menurut kalender tempo atau temporeki (kalender lunisolar). Pada umumnya, obon dikenal sebagai upacara yang berkaitan dengan agama Buddha Jepang, tapi banyak sekali tradisi dalam perayaan Obon tidak dijelaskan dengan dogma agama Buddha. Di bulan Agustus, festival Obon ini biasanya akan dilaksanakan di berbagai daerah di Jepang pada tanggal 13 - 16 Agustus.
【Obondori】 Acara menari bersama yang disebut Bon Odori dilangsungkan sebagai penutup perayaan Obon. Pada umumnya, Bon Odori ditarikan bersama-sama tanpa mengenal jenis kelamin dan usia di lingkungan kuil agama Buddha atau Shinto. Pada umumnya warga Jepang yang merayakan festival ini akan mengenakan baju yang disebut "Yukata" dan semua warga jepang akan menari bersama-sama. Pelaksanaan Bon Odori berlangsung pada tanggal 14 - 17 Juli menurut dan banyak orang bersenang-senang.

お盆

Matsuri (Festival)

Matsuri adalah isitilah agama shinto yang berarti persembahan ritual untuk kami. Dalam pengertian sekuler, matsuri berarti festival atau perayaan di Jepang. Orang-orang akan berkumpul di kuil (tempat suci) yang telah ditentukan untuk melaksanakan ritual tersebut. Beberapa acara saat matsuri seperti "Kagura" (musik dan tarian kuno shinto) akan dilaksanakan.
Sebagian besar matsuri diselenggarakan dengan maksud untuk bersyukur atas keberhasilan panen, berdoa untuk keselamatan dari bencana, atau sebagai ucapan terima kasih kepada tuhan. Pada even ini anda dapat melihat secara mendalam kebudayaan, kepercayaan, dan adat istiadat Jepang. Sebagai negara pertanian, Jepang mempunyai banyak Matsuri (festival) yang berkaitan dengan pertanian dan umumnya diselenggarakan pada musim gugur dan musim semi.

祭り

Oomisoka (Tahun Baru Hawa)

Pada tanggal 31 Desember atau malam tahun baru di Jepang disebut "Oomisoka" atau "Ootsugomori" yang artinya hari terakhir dalam satu tahun. Sebagai bentuk perayaan yang menandakan akhir tahun ada beberapa akitifitas yang biasa dilakukan oleh orang Jepang yaitu kunjungan ke kuil (tempat suci) untuk berdoa, biasanya berupa harapan agar sehat dan selamat sepanjang tahun. Kemudian ada juga tradisi makan "soba" (mie Jepang) yang disebut "Toshikoshisoba". Biasanya orang-orang Jepang akan pulang kampung demi berkumpul bersama keluarga dan kerabat dan merayakan malam tahun baru dengan makan dan minum bersama.

大晦日

Food Culture of Japan

Pada umumnya, bahan bahan masakan Jepang berupa: beras, hasil pertanian (sayuran dan kacang-kacangan), dan makanan laut. Makanan Jepang sangat terkenal di dunia karena rasanya yang khas dan lezat serta dipercaya bahwa makanan Jepang menyehatkan dan memanjangkan umur. Budaya makanan Jepang telah berkembang berdasarkan berbagai macam budaya makanan yang diperkenalkan dari benua lain. Pembuatan makanan Jepang dapat dikatakan istimewa, leluhur mereka membuat makanan berdasarkan pada iklim dan alam Jepang sehingga pada musim tertentu anda dapat menikmati masakan yang berbeda. Masakan Jepang tidak hanya lezat bila kita berbicara mengenai rasa tapi tampilan makanan pun dibuat sedemikian rupa sehingga tampak indah untuk dilihat. Dalam penyajiannya, masakan Jepang memiliki makna khusus yang merujuk pada peralatan makanan yang dibuat oleh "pengrajin" dengan teknik khusus.

Natto

Natto adalah makanan tradisional Jepang yang terbuat dari biji kedelai yang difermentasi dengan Bacillus subtilis, biasanya dimakan untuk sarapan. Sebagai sumber protein dan probiotika yang kaya, natto merupakan sumber gizi utama pada zaman feodal Jepang. Tidak semua orang menyukai makan natto dikarekanakan tidak menyukai bau dan aromanya yang kuat, atau teksturnya yang licin seperti berlendir.

納豆

Umeboshi

Umeboshi adalah asinan kering yang dibuat dari buah plum (Prunus mume) yang lazim dijumpai di Jepang. Biasanya dalam proses pembuatannya buah plum diasinkan dengan garam, kemudian direndam dalam air cuka yang telah diberikan daun shiso di dalamnya. Asinan ini berwarna merah dan teksturnya lembut dan basah. Umeboshi biasanya dikonsumsi bersamaan dengan nasi putih dan rasanya yang asam memberikan banyak khasiat pada tubuh. Prefektur Wakayama (Kishu) merupakan wilayah penghasil buah plum yang sangat terkenal di Jepang.

梅干

Onigiri (Nasi Kepal)

Onigiri adalah nama Jepang untuk makanan berupa nasi yang dipadatkan sewaktu masih hangat sehingga berbentuk segitiga, bulat, atau seperti karung beras. Onigiri merupakan makanan favorit yang dikenal akrab bagi orang Jepang. Biasanya onigiri sering dimakan pada saat dalam perjalan wisata, olahraga, serta saat piknik melihat bunga sakura (hanami) dan lainya. Onigiri dianggap sebagai soul food bagi orang Jepang.

おにぎり

Japanese Culture

Di Jepang ada berbagai macam budaya yang tak terhitung jumlahnya dan tentunya kami tidak bisa mengenalkan seluruhnya disini tapi kami akan memperkenalkan beberapa budaya khas yang sangat terkenal.

Kimono

Kimono adalah pakaian tradisional Jepang. Berdasarkan sejarah kimono telah ada sejak zaman Jomon. Kimono zaman Jomon berbentuk seperti baju terusan. Dari situs arkeologi tumpukan kulit kerang zaman jomon ditemukan haniwa. Pakaian atas yang dikenakan haniwa disebut Kantoi. Kemudian dari masa ke masa kimono mengalami perubahan baik dari desain maupun penggunaannya. Pada zaman Asuka dan zaman Heian kimono telah menjadi pakaian formal bagi para pejabat atau petinggi. Dalam sejarah kebudayaan Jepang, kimono merupakan bagian yang tidak bisa terlepas dari budaya Jepang.
Secara umum pakaian tradisional Jepang yaitu "kimono" dapat digambarkan sebagai pakaian yang mirip dengan mantel berlengan panjang dan berkerah. Adapun beberapa jenis kimono yaitu Awase dan Hitoe. Pemilihan jenis kimono yang ingin dikenakan sangatlah penting, karena kimono mengandung isyarat terselubung serta pemilihan jenis kimono juga tergantung pada musim.

着物

Budou (Seni Bela Diri)

Budou secara harfiah artinya filsafat atau cara hidup samurai. Lalu Bujutsu adalah teknik seni bela diri untuk perang yang harus dikuasai oleh para samurai. Kini di Jepang bisa dikatakan bahwa seni bela diri telah menjadi suatu hal yang populer atau akrab dikalangan masyarakat.
Seiring waktu Budou telah berkembang menjadi bermacam-macam jenis dan setiap jenis seni bela diri Budou memiliki ciri khas yang sangat kaya. Anda bisa melihat dunia secara mendalam melalui filsafat ini. Budou dan Bujutsu bukan hanya teknik bela diri atau teknik bertarung, melainkan juga sebagai warisan budaya yang dapat melatih jiwa dan tubuh.
Jenis-jenis Seni bela diri Jepang
Sumo, Karate, Aikido, Kendo, Judo, panahan, Taido, Naginata dan Iaido

武道

Noh

Noh adalah salah satu keseniaan Jepang dan biasanya menunjukkan Sarugakunoh.
Noh adalah drama musikal yang terdiri dari penyanyi dan penari yang diperankan oleh aktor disebut "Shite" dan diiringi dengan nyanyian "Jiutai" dan permainan musik "Hayashi" di panggung yang memiliki atap khusus untuk Noh
Ciri khas utama Noh dalam pertunjukannya adalah penggunaan topeng. Noh adalah kesenian drama musikal yang terkenal di dunia selain Kabuki
Noh memiliki sekitar 250 cerita dan sebagian besar tokoh utama adalah hantu. Tema cerita adalah kepercayaan terhadap Tuhan, kehampaan peperangan, rasa cinta seorang wanita, kecemburuan, kecintaan orang tua dan anak, pemusnahan roh jahat (hantu), dsb.
Gerakan Noh yang sangat lambat mengekspresikan perubahaan perasaan seseorang dengan gerakan minimal tanpa suara tertawa atau menangis.
Panggung khusus Noh memiliki atap yang miring di ujungnya agar permainan musik "Jiutai" dan "Hayashi" akan menggema ke seluruh penjuru teater. Selain itu di bawah panggung telah diletakan pot-pot yang juga dimaksudkan untuk membuat suara dari panggung menggema dan meninggalkan kesan khusus untuk para penonton.

能

Kabuki

Pada zaman Edo "Kabuki" adalah seni pertunjukan drama tari yang paling populer
Kabuki disebut sebagai salah satu dari Tiga Seni Drama Tari Negara Jepang. Nougaku pada zaman Kamakura dan Muromachi kemudian Ningyoujouruiri pada zaman Edo.
Kabuki hanya diperankan oleh pria walaupun perannya adalah seorang wanita. Asal kata dari Kabuki adalah "kabuku" yang artinya berpakaian yang mecolok (mewah) dan orang seperti itu disebut "kabukimono". Kabuki sebenarnya drama modern pada zaman Edo dan berkembang sebagai sandiwara yang populer untuk masyarakat umum. Kabuki dipentaskan dengan tema seperti adat istiadat atau kebiasaan zaman waktu itu, maka siapapun dapat mengerti makna dari pertunjukan tersebut sehingga kabuki menjadi sangat populer. Aktor kabuki terkenal dengan kostumnya yang mewah dan tata rias wajahnya yang mencolok tanpa memakai topeng yang disebut Kumatori.
UNESCO telah menetapkan kabuki sebagai Karya Agung Warisan Budaya Lisan dan Nonbendawi Manusia. Sekarang pertunjukan kabuki telah merambah ke dunia internasional sebagai bagian dari promosi kebudayaan seni pertunjukan drama tari Jepang.

歌舞伎
Page Top